Syallom !!
Hai sobat muda !! Selamat Malam….
Pada Edisi ke-3 ini saya akan membagikan kesaksian saya yang sangat luar biasa tentunya yang dapat membuat kita semua para pembaca mendapatkan berkat tentunya melalui kesaksian saya pada malam hari ini.
Diawali dengan pertemuan kami di kantin kampus yaitu saya dan teman saya (Daniel Tambunan (22)).
Pada saat kami bertemu teman saya mengajak saya ke tempat makan yaitu Kopi Idola yang terletak di area Batam Centre, lalu saya bertanya kepada teman saya “ada apa kita kesana dan ada keperluan apa ?” , lalu teman saya menjawab ” Boss disana mau membagikan 50 amunisi nasi bungkus ke pada anak -anak jalanan. Setelah teman saya memberitahu tujuan kami kesana, kami langsung pergi ke tempat tersebut.
Setiba disana saya melihat para pendoa yang sedang mendoakan temannya, disitu saya mulai terberkati. Dalam hati saya berkata “inilah yang seharusnya yang dilakukan setiap orang percaya yaitu saling mendoakan sesama” saya pun disana merasa tenang dan bahagia melihat apa yang dilakukan mereka. Setelah itu kami bertemu Boss yang ada di warung tersebut, dan kami membantu Bapak tersebut dalam mempacking nasi yang akan kami sebarkan.

Disini kami bertemu dengan Bapak yang sangat luar biasa yang hatinya rindu memberkati mereka yaitu yang kekurangan dengan memberi mereka makan .
Setelh kami selesai mempacking makanan tersebut saya dan teman saya segera pamit dan segera berangkat (PePeJe in Action).
Sebelum berangkat kami beristirahat sebentar di tempat kantin kampus kami untuk membicarakan kemana amunisi 50 nasi bungkus ini kami sebarkan. Karena kami kekurangan pasukan untuk mengantarkan amunisi ini, kami mengajak teman kami juga yaitu saudara kami Darwin Sinaga(19) dan Saudara kami Idarwisyah Harianja(18) dan kami pun berbincang sejenak.
Setelah kami selesai berbincang dan ready kami segera pergi untuk menyebarkan amunisi 50 Nasi bungkus ini.
Saya bersama teman saya Idarwisyah dan Teman saya Darwin bersama Bg Daniel menaiki 2 motor untuk pergi.
Pertama tempat yang kami telusuri adalah kawasan Batam Centre (Kawasan Lampu merah Alun-alun) disana kami berhenti sejenak, karena kami melihat sahabat sahabat kami sedang menjualkan koran mereka. Setelah itu kami bertemu dengan mereka dan sambil kenalan dengan mereka. Disana kami bertemu dengan 3 orang dengan salah satu nya adalah Ibu mereka boru Siagian. Setelah kami berbincang mereka ada 4 orang dalam satu keluarga. Kami kagum kepada anak -anak mereka yang turut ikut serta membantu ibunya dalam menjual koran mereka. Setelah itu kami memberikan 8 amunisi nasi bungkus dan 4 bungkus sisanya akan di berikan kepada teman mereka yang ada di lampu merah arah jalan yang berlawanan. Setelah kami membagikannya kami pun pamit kepada mereka dan melanjutkan perjalanan kami.
Setelah kami pergi dari kawasan itu kami pun menuju ke lampu merah Pelita dan disana kami tidak menemukan mereka para sahabat-sahabat kami . Setelah kami lewati kawasan tersebut kami memutuskan menuju kawasan Base Camp sahabat kami Anak-anak Jalanan yang berada di nagoya, tetapi di jalan kami bertemu dengan seorang pengemis yang lagi mencari kaleng bekas dan kami pun menemui dia. Pertama kami menyapa Beliau dan Beliau pun menolak dengan membalikkan badan dan ingin menghindar kami dan setelah kami menyapanya kembali hal tak terduga pun terjadi Beliau menjadi marah kepada kami dengan memukul kami dan mengenai teman kami bg Daniel dengan menggunakan Barang barang bekas yang dicari dia yang disimpan di dalam karung yang di bawa dia. Setelah itu kami pergi meninggalkan Beliau yang kami rasa Beliau dalam keadaan trauma kepada sesuatu atau ada sesuatu yg pernah dia alami setelah betemu dengan orang yang lain yang pernah bertemu dengan dia yang sama dengan kami.
Setelah kami meninggalkan beliau kami segera pergi menuju Basecamp. Setelah kami sampai di BaseCamp disana kami bertemu dengan sahabat-sahabat kami dan mereka menyambut kami dengan sukacita….
Disana kami segera membagikan Amunisi Nasi Bungkus dengan jumlahnya yang sesu

ai d

en
g

an
jumlah
Mereka dan kami pun turut ikut makan bersama dengan mereka.
Di sini kami melihat mereka sangat senang sekali, sebab mengapa, mereka merasakan sukacita atas apa yang telah mereka dapatkan hari ini. Dan saya juga senang melihat anak yang kami doakan kemaren(kesaksian pada Edisi ke-1)sudah sembuh total dari penyakitnya…Praise the Lord !!!
Setelah kami selesai makan, kami pun pamit dengan mereka dan melanjutkan perjalanan kami.
Setelah kami pamit kami bergegas untuk beristirahat menuju Mega Mall.
Sebelum kami sampai menuju megamall di perjalanan yaitu di perbelokan daerah Simpang jam kami bertemu seorang Bapak yang sedang duduk di rumah dari kardus yang di buatnya sendiri. Kami langsung berhenti dan berkenalan dengan Bapak itu. Nama Bapak itu adalah sainudin asal sulawesi selatan, dan kami pun membagikan 1 amunisi nasi bungkus kepada bapak tersebut.
Setelah kami memberikan amunisi kepada Bapak Sainudin kami pun pamit dan bergegas menuju mega mall untuk beristirahat dan makan .
..
.
.
Setelah kami selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan kami dan kami pun menuju lampu merah simpang Frankky. Setelah kami sampai disana kami tidak melihat satupun sahabat-sahabat kami penjual koran disana. Setelah itu kami pun bergerak menuju Jodoh (Daerah BCS Mall).
Di daerah Jodoh kami bertemu kembali dengan Pak Asep yang pernah kami temui sebelumnya dan kami merasa sukacita karena Bapak asep masih dalam keadaan sehat. Dan kami pun segera memberi 1 amunisi nasi bungkus kepada Pak Asep. Setelah kami memberikan kamipun melanjutkan perjalanan mencari teman teman Bapak asep di sekitar Daerah jodoh tersebut. Disana kami bertemu dengan seorang Bapak yang sedang mengais-ngais tong sampah yang hendak mencari makanan. Dan kami menyapa dia dan sambil kenalan dan tidak lupa kami mendoakan Bapak tersebut

Setelah kami mendoakan bapak tersebut dan memberi 1 amunisinasi bungkus kami pun pamit dan mencari mereka yang lain yang membutuhkan. Setelah kami berkeliling mengintari daerah jodoh tersebut kami tidak menemui apa-apa dan kami memutuskan memutar balik kembali menuju tempat Bapak yang kami temui tadi dan ternyata kami melihat seorang Bapak yang usianya sudah lanjut(Sudah Tua) yang sedang jalan yang kondisinya kesakitan karna penyakitnya.
Kamipun turut melihat Bapak itu dan setelah kami bertemu kami melihat kondisi Bapak itu yang sedang kesakitan dan tidak kuat lagi berjalan. Kami pun menolong Bapak tersebut , dengan mencari tempat untuk bisa Bapak itu duduk dengan rilex dan membantu Bapak itu. Disana kami berbincang sambil berkenalan dengan Bapak tersebut , dan ternyata Bapak itu sedang mengalami sesak nafa. Setelah mendengar hal itu Bg daniel langsung lari menuju warung untuk mencari obat asma dan mencari minum sedangkan saya dan teman saya Idarwisyah memijat Bapak tersebut. Setelah Bg Daniel kembali dan memberikan obat yang di belinya kepada Bapak tersebut, ternyata Bapak itu berkata”Obat tersebut tidak ada reaksinya terhadap penyakit Bapak itu” setelah mendengar hal itu saya pun langsung lari menuju warung yang tadi dituju Bg Daniel dan bertanya kembali obat apa aja obat asma selain obat ini? Tetapi pemilik warung menjawab bahwa tidak ada obat yang lain selain itu. Lalu saya bertanya kembali kepada pemilik warung tersebut dengan keadaan panik “Ibu kalau boleh tau toko obat disini dimana ya ?” lalu ibu itu menjawab “itu ada Vitka Farma coba cari disana”.setelah itu saya langsung berlari menuju VitkaFarma tersebut dan mencari obat merek yang lain obat asma. Lalu saya bingung karna banyaknya obat disana. Saya bertanya kepada Kasir disana obat mana yang paling ampuh, dan kasir itu menjawab “maaf mas saya tidak tau nanti kalau saya kasih nanti saya salah kasih obat”. Lalu saya dengan yakin memilih salah satu obat dan sayapun membelinya. Setelah saya membeli saya langsung menuju ke tempat kami tadi dan disana saya memberi obat tersebut dan Puji Tuhan bahwa obat itu pass dengan permintaan Bapak tersebut.
Sebelum Bapak tersebut meminum obat kami berdoa kepada Bapak itu agar penyakitnya segera fi Jamah oleh Tuhan. Sebelum Bapak itu meminum obat kami juga mendoakan obat tersebut, agar obat ini menjai perantara sembuhnya Bapak tersebut. Dan setelah Bapak itu meminum obat, kami bertanya kepada Bapak tersebut apakah masih merasa sakit atau tidak, dan bapak itu menjawab masih merasa sakit sekali. Dan segera kami trus mendoakan Bapak itu agar penyakitnya diangkat oleh Tuhan dan Puji Tuhan ternyata Bapak tersebut adalah sama dengan kita yaitu orang percaya dan setelah kami berdoa kami terus bertanya apakah masih sakit aku tidak. Kami terus mendoakan Bapak tersebut, agar Roh kudus bekerja dalam diri Bapak tersebut. Dan setelah kami berdoa untuk ke sekian kalinya kami bertanya kembali. Dan bapak itu merasa lega dan penyakitnya mulai hilang. Dan kami berbicara kepada Bapak tersebut, ” Pak bila Bapak menerima Yesus agar masuk dalam kehidupan Bapak dan percaya Bahwa Tuhan Yesus akan menyembuhkan Bapak , Bapak akan sembuh. Dan setelah Bapak itu mengikuti apa yang di Imani Bapak tersebut yaitu mau menerima Yesus dan kami mendoakan kembali agar penyakit apapun yang diderita Bapak tersebut hilang. Dan Puji Tuhan pada Akhirnya Bapak tersebut Pulih dan tidak di sangkah bahwa Kaki bapak itu yang tidak bisa di luruskan secara cepat kini bisa Ia lakukan dengan cepat dan tangannya bisa di gerakkan ke segala arah. Kami sangat bersyukur dan senang atas penyertaan Tuhan Yesus kepada Bapak ini. Dan sekali lagi kami melihat mujizat terjadi di dalam Nama Yesus .
Hal yang kami dapat adalah Iman Bapak ini telah menyelamatkan Dia dan menyembuhkan Bapak ini.
Setelah kami selesai dengan Bapak tersebut kami melanjutkan perjalanan kami menuju kawasan di jodoh tadi, dan kami melihat ada seorang yang kelaparan,dan kami menyapa Beliau, tetapi beliau lari dan menghindari kami. Dan kami tetap memberikan 1 amunisi nasi kepada Beliau.
Setelah kami meninggalkan Beliau, kami melanjutkan perjalanan kami dengan sisa 5 amunisi nasi bungkus. Tetapi kami tidak menemukan satupun orang disana. Jadi kami memutuskan untuk pulang kerumah.
Karena jarak rumah kami jauh kami pun berpisah jadi saya membawa 4 amunisi sedangkan Bg daniel dan teman saya Idarwisyah membawa1 amunisi. Dan setelah itu kami pulang. Didalam perjalanan, hati saya tergerak kepada Penjual koran yang ada di Lampu merah Kabil. Dan disana saya menemukan seorang Ibu yang sedang berjualan dan saya bertanya “Ibu selamat sore, apakah Ibu lapar?” Ibu itu menjawab “Iya Nak” lalu saya memberi 2 amunisi nasi kepada Ibu tersebut dan Ibu itu membawa anaknya juga. Setelah itu saya melanjutkan jalan pulag. Saya ingin memberi kembali ke Halte Rusun Muka kuning, tetapi tidak ada serang pun disana. Jadi saya melanjutkan perjalanan daya ke rumah dan saya ingin memberi kepada pengemis yang ada di Lampu merah Putri Hijau Genta. Ketika saya tiba disana , saya pun tidak melihat mereka ada disana. Dan sayapun memutuskan untuk pulang.
Hal yang saya dapat dalam hari ini adalah bersama bergerak kita pasti bisa dan Bila Iman kita sebesar biji sesawipun kuasanya sangat luar biasa untuk melakukan suatu mujizat.
Matius 15:28 (TB) Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Tuhan Yesus memberkati Kita Semua !!!