Judul: Akan Kami Lakukan
Sesaat sebelum chakra terakhir Gai menghilang dari titik pusatnya,
Naruto muncul dan entah bagaimana ia bisa menghentikannya. Naruto
menyelamatkan Gai di saat-saat terakhirnya.
"Chakranya belum
menghilang dari titik pusat tubuhnya?" pikir Madara. "Kenapa? Apa yang
sudah ia lakukan!?" Madara tak mengerti. "Apa dia telah menghentikan
akhir dari Hachimon!?"
Naruto lalu melesat, menghajar Madara
dengan satu hentakkan. Untungnya, Madara cepat dan menahannya dengan
benda-benda hitam itu. Namun tetap saja, serangan Naruto cukup keras
untuk melukainya.
"Aku belum menyembuhkan diriku seutuhnya.. apa
itu alasannya!?" Madara berpikir kalau ia bisa dilukai karena lukanya
tadi belum benar-benar sembuh. Namun kemudian ia sadar, "Tidak.. apa dia
yang tiba-tiba saja menjadi begitu kuat!?"
Madara sadar kalau
Naruto yang sekarang bukan lagi bocah yang waktu itu dilawannya, Naruto
telah menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Versi Teks oleh :
www.VersiTeks.com
Naruto bersiap untuk melanjutkan serangan, "Son!! Pinjami aku
chakramu!!" pinta Naruto pada Yonbi yang ada dalam dirinya. "Yeah!!"
seru kera berekor empat itu dan kemudian memberikan chakra laharnya.
Kemudian, Naruto pun mampu menggunakan Youton, elemen lahar, dan
menggabungkannya dengan rasengan. "Senpou - Youton Rasenshuriken!!"
Muncullah Rasenshuriken dengan bola pusat berupa larva dari ujung
telapak tangan Naruto. Madara mulai terdesak. "Ini buruk!!" pikirnya,
dan kemudian ia pun berusaha untuk menyerang Naruto dengan tekniknya.
"Limbo!!"
"Hyaah!!!" Naruto tetap menyerang, dan entah bagaimana Naruto bisa menghindari serangan Madara tadi.
"Apa!? Limbonya tidak.."
Naruto sendiri sebenarnya tidak sadar kalau ia telah berhasil
menghindar. "Apa aku berhasil menghindarinya!?" Naruto terus menyerang
dan bang!!!
Naruto melempar Rasenshuriken ekstra panas itu tepat ke arah Madara. Madara terkena, tepat di perutnya. "Gaaahh!!!"
"Yosh!!"
"Uukhhh!!"
Madara terus terdorong, hingga akhirnya ia menabrak pohon raksasa di
belakangnya dan terus.. Rasenshuriken lahar Naruto masih bereaksi hingga
kemudian bahkan pohon suci itu pun terpotong menjadi dua.
"Dia memotong pohonnya!?" pikir kaget Kakashi.
Luka Madara semakin bertambah parah, dan kemudian ia mendengar suara misterius. "Serap aku.." ucap suara itu.
"Siapa itu!?" Madara tak mengenalnya, lalu suara misterius itu kembali berkata, "Serap.. pohon suci dan Juubi.."
Beralih ke sisi Gaara, ia juga kaget. "Apa Naruto yang melakukannya!?"
Selanjutnya Naruto melompat, membawa tubuh guru Gai ke hadapan Lee dan
yang lainnya. "Lihat!! Guru Gai juga ada di sana!!" ucap Lee.
Beralih ke Madara, tanpa banyak pikir lagi lelaki itu melakukannya. Ia
menyerap pohon besar yang hendak menimpanya itu. Dari kejauhan, Gaara
pun melihat seolah pohon itu menghilang. "Pohonnya menghilang!?"
"Guru Gai!!" teriak Lee saat Naruto sampai.
"Guru alis tebal baik-baik saja, dia tak akan mati.." ucap Naruto.
"Apa kau yang menyelamatkannya!? Padahal dia sudah membuka kedelapan gerbangnya.."
"Yah, aku sendiri tak mengerti kenapa, tapi sekarang aku merasa kalau
aku bisa melakukan sesuatu.." ucap Naruto, sambil melihat tanda
lingkaran, tanda matahari yang ada di telapak tangannya.
Di sisi
Sasuke, ia juga telah sadar, dan di telapak tangannya tampak tanda bulan
sabit. Sasuke menarik besi hitam yang menancap di tubuh Hokage kedua,
lalu bertanya padanya, "Apa kau masih bisa menggunakan jurus pemindahmu,
Hokage kedua?"
Dalam hati sebenarnya Hokage kedua lumayan kaget.
"Bisa menyentuh tongkat Madara.. pasti telah terjadi sesuatu saat dia
hampir mati tadi.."
Hokage kedua kemudian sadar saat melihat wajah Sasuke. "Begitu ya.." ucapnya.
"Ya, aku terhubung dengan tanda Hokage keempat, tapi dengan kekuatanku
saat ini, aku hanya bisa mengirim satu orang.." jelas Hokage kedua.
"Itu sudah cukup, aku akan pergi.." ucap Sasuke.
Kembali ke sisi Madara, tampak ia sudah menyerap pohon itu sepenuhnya.
Dan bersamaan dengan itu, seluruh lukanya menghilang. "Begitu rupanya..
jadi tadi itu pohon suci itu sendiri.. Hahahaha.." Madara tertawa.
"Waktu untuk menjadi satu telah tiba.." ucapnya.
Kembali ke sisi Naruto, "Alis tebal dan Gaara, lindungilah guru Gai.." ucapnya. Naruto hendak pergi ke tempat Madara lagi.
"Naruto.." ada sesuatu yang ingin Gaara sampaikan. "Saat kau menjadi Hokage nanti.. ayo buat aliansi.." ucapnya.
Naruto sempat terdiam, lalu ia tersenyum dan berkata, "Yah.." kemudian melompat pergi.
"Naruto!?" Dari kejauhan tampak Kakashi kaget.
"Obito.. kau.." ia lalu sadar kalau Obito telah melakukan tugasnya.
Di sisi Obito, di dimensi lain, tampak ia yang masih terengah-engah,
bertahan hidup karena Zetsu hitam masih berada di tubuhnya. "Haah.."
Di depan, Sakura berdiri dan berkata padanya, "Kau adalah musuh, kau
telah membunuh dan melukai banyak temanku.. sebenarnya aku tak mau
mengatakannya, tapi untuk kali ini saja, aku akan menganggapmu sebagai
bagian dari aliansi kami.. terimakasih karena telah menyelamatkan
Naruto.."
"Ada satu lagi yang ingin kuminta padamu, kau tak perlu menganggapku sebagai sekutu, anggap saja aku musuh.."
Naruto telah sampai di hadapan Madara. "Mungkinkah ini karena kekuatan
yang diberikan oleh kakek Rikudo yang tadi kutemui?" dalam hati Naruto
merasakan sesuatu. "Bahkan dari sini, aku bisa merasakan dengan jelas
sebagian lagi kekuatannya.."
Di sisi Madara, ia merasa percaya
diri dengan kekuatannya. "Kau tak akan bisa mengalahkanku, sekarang aku
benar-benar abadi, aku akan hidup untuk selamanya!!"
"Bodoh!!" bentak Naruto. "Bukan aku yang akan mengalahkanmu.." ucapnya.
"Kamilah yang akan mengalahkanmu.. bersama-sama!!"
Seketika Sasuke telah sampai di sebelah Naruto.
"Bersiaplah, Madara.." ucap Sasuke, dengan perpaduan antara Rinnegan dan Sharingan di mata kirinya.
Mengetahui hal itu, Madara tampak masih tak gentar. "Jadi yang satu
mewarisi Senjutsu Rikudo Sennin, sedangkan yang satunya telah
membangkitkan Rinnegan.."
"Sayang sekali.." ucap Madara. "Aku
memiliki keduanya sekaligus!!" teriaknya dan kemudian bersiap dengan
suatu jutsu, "Ini akan jadi pertarungan terakhir!! Ayo cari tahu siapa
yang kuat di antara kita!!"
Bersambung ke Naruto Chapter 674,