
\
Judul: Naruto dan Rikudo Sennin
Naruto masih terdiam, terus mendengarkan perkataan kakek tua itu, Rikudo
Sennin. "Aku bisa melihatnya dengan jelas.. chakra Ashura yang mengalir
di dalam dirimu. Dan melihat ekspresimu
yang tidak begitu terkejut itu, aku rasa entah bagaimana kau juga sudah
merasa kalau ada Ashura di dalam dirimu.."
Dalam hati Naruto memang sudah merasakannya.
"Begitu ya.. dan kalau begitu, kau juga pasti sudah tahu siapa
reinkarnasi Indra.." ucap Rikudo Sennin. Dan benar saja, Naruto sudah
tahu. Naruto lantas menjawabnya, reinkarnasi dari Indra..
"Sasuke.."
Naruto sudah lama merasakannya. Flashback, dulu di saat pertemuan, tak
lama setelah ia kembali dari pertemuan lima kage, Naruto dan teman-teman
seangkatannya sempat berkumpul di balok-balok kayu pembangunan Konoha.
"Selama pertemuan lima kage, setelah Sasuke kehabisan tenaga setelah
melawan para kage, kenapa kau tak langsung mengalahkannya?"
"Madara juga ada di sana!! Itu tak semudah yang kalian pikirkan, dan juga.." Sakura membela Naruto.
"Juga tak seharusnya kau membiarkannya lolos begitu saja, kan?" ucap
Kiba. "Naruto, kau itu kuat.. kaulah yang sudah mengalahkan Pain!!
Seseorang seperti Sasuke harusnya.."
"Itu tidak benar.." ucap Naruto.
"Aku tak bisa mengalahkan Sasuke hanya dengan itu.. aku tahu itu.."
"Di dalam dirinya juga.."
Flashback berakhir. Naruto bertanya untuk sekedar memastikan, "Benar, kan?"
"Ya, jadi kau sudah menyadarinya ya.." ucap Rikudo Sennin.
"Lalu bahkan sebelum Sasuke dan aku ada, bagaimana kau bisa menyebutnya
sebagai arwah yang terus bereinkarnasi? apa yang terjadi dengan
mereka?"
"Pada generasi sebelumnya, mereka bereinkarnasi
menjadi Hashirama Senju dan Madara Uchiha.." jelas Rikudo Sennin.
"Hahsirama adalah Ashura, dan Madara adalah reinkarnasi Indra.. aku
yakin kau pasti sudah tahu apa yang terjadi dengan mereka.."
"Akan tetapi, Madara melakukan sesuatu sebelum perpindahan jiwa itu berakhir.."
"Dia terlalu terobsesi dengan kekuatan dan mengambil sel Hashirama, menggabungkannya dengan selnya sendiri.."
"Dengan kata lain, dia mencampur chakra Indra dengan bagian dari chakra
Ashura.. yang kemudian menghasilkan chakraku. Itulah bagaimana cara ia
membangkitkan Rinnegan.."
"Aku berpikir kalau suatu hari nanti,
salah satu rinkarnasi Indra atau Ashura pasti akan melakukannya, jadi
aku meninggalkan monumen batu jadi orang bisa mengingatnya.. namun,
sepertinya itu tidak berhasil.."
Naruto lalu bertanya kembali, "Jadi pada dasarnya.. kau terus mengawasi pertarungan anak-anakmu sampai saat ini?"
"Pada dasarnya.. iya.." jawab Rikudo Sennin.
"Jadi begitu.." ucap Naruto pelan.
"Dalam ninshuu, aku menjelaskan bahwa chakra mampu menghubungkan
orang-orang.. dan aku percaya kalau itu bukanlah sesuatu yang digunakan
untuk meningkatkan kekuatan seseorang saja.."
"Ibuku, Kaguya,
mengendalikan dunia dengan kekuatannya sendiri.. namun, kekuatannya itu
mulai menjadikannya serakah, dan orang-orang mulai takut padanya.."
"Ibuku yang semula disebut sebagai dewa secara perlahan mulai dianggap sebagai iblis.."
"Jika seseorang memiliki kekuatan yang terlalu besar, mereka akan mulai terobsesi dengan itu dan kehilangan kendali.."
"Itulah yang terjadi pada Madara saat ini, sama persis seperti ibuku, Kaguya.."
"Sekarang perpindahan jiwa Indra dalam dirinya telah berakhir, saat ini
dia menggunakan kekuatan Bijuu dan berusaha untuk mendekati kekuatanku
dan ibuku.."
"Mugen Tsukuyomi bukanlah genjutsu biasa.."
"Sambil menunjukkan mimpi pada manusia, dia juga akan menggunakan kekuatannya, sambil menjaga supaya mereka tetap hidup.."
"Semua orang akan menjadi bagian dari akar pohon suci, menjadikan mereka semua budak genjutsu.."
"Ibuku, selain Byakugan ia juga memiliki kekuatan Sharingan.."
"Itu merupakan kekuatan mata yang mengerikan dan dia juga menggunakannya pada manusia.."
"Saat chakranya menjadi satu, buah chakra baru akan tercipta.."
"Kalau kita tidak menghentikannya, itu akan menjadi akhir bagi dunia.."
"Aku ingin kau menghentikan Madara.. tak seperti reinkarnasi
sebelumnya, kau sedikit bodoh dan esentrik, kurasa ini bisa menciptakan
perubahan.." ucap Rikudo Sennin.
Naruto tersenyum. "Bahkan
setelah dunia yang terus kau awasi ini menjadi kacau seperti ini, kau
tetap percaya pada kami.. terimakasih.." ucapnya.
"Jangan
berterimakasih padaku.." ucap Rikudo Sennin. "Aku tak berhak untuk itu.
Dunia saat ini berjalan sesuai cara Indra.. bukan, cara ibuku. Kalau itu
memang aliran yang alami, maka itu berarti aku egois jika ingin
menghentikannya untuk alasan pribadi.."
"Dengan melihat
bagaimana cara Bijuu digunakan.. jelas sekali kalau mereka digunakan
sebagai senjata, bukan untuk menjaga keseimbangan dunia.."
"Mungkin aku terlalu naif.."
"Tidak, kau tidak salah.." ucap Naruto.
"Kau benar, pak tua.." ucap Shukaku yang tiba-tiba saja muncul.
"Ah!! Shukakunya Gaara!?" ucap Naruto kaget.
"Kenapa kau ada dalam diriku??"
"Obito berhasil mengambil bagian chakra kami dari tubuh Madara.." jelas
Shukaku. "Orang itu.. dia tahu kalau kau telah kehilangan kekuatan
Bijuumu.."
"Obito melakukannya!?"
"Banyak hal yang
telah terjadi, aku juga sudah berada di dalam dirimu.. Sekarang seluruh
Bijuu sudah ada dalam tubuhmu, Naruto!!" ucap Kurama hitam yang juga ada
di sana.
"Ah!! bahkan Kurama yang setengahnya juga??"
"Waktu dari janji itu akhirnya datang juga, pak tua.." ucap Kurama ke Rikudo Sennin.
"Benar sekali, Kurama.. seperti yang diramalkan oleh Gamamaru.." ucap Rikudo Sennin.
"Bocah bermata biru yang akan memanggil nama kesembilan Bijuu dan bermain dengan mereka.."
"Kau punya sesuatu yang bisa menarik orang-orang, kau tahu.." ucap
Rikudo ke Naruto. "Aku bisa mengerti kenapa kau bisa memanggil jiwaku,
dan kenapa Ashura memilih untuk bereinkarnasi ke dalam dirimu.."
"Shukaku, Matatabi, Isobu, Son Goku, Kokuou, Saiken, Choumei, Gyuuki, Kurama.."
"Sudah tiba waktunya bagi anak dalam ramalan untuk mengubah dunia.."
Sama seperti dulu ketika para Bijuu mengitari tubuh Rikudo Sennin, kali
ini para Bijuu juga telah berkumpul, membentuk lingkaran dan mengitari
tubuh Naruto. Bedanya dengan yang dulu, kali ini para Bijuu telah tumbuh
dewasa.
"Naruto, apa yang ingin kau lakukan sekarang? aku
ingin jawaban yang jujur darimu.. bagaimana kau ingin mengakhiri perang
ini?" tanya Rikudo Sennin.
Untuk sesaat Naruto sempat terdiam,
kemudian ia menjawab, "Mungkin aku memang mirip dengan Ashura, yang
membedakan hanyalah aku ini anak bodoh dan ada banyak hal yang tidak aku
mengerti.. tapi, aku tahu teman itu apa.. dan aku ingin melindungi
mereka semua.."
"Itukah jawabanmu?"
Secara
mengejutkan, ternyata Rikudo Sennin tak hanya berada di alam bawah sadar
Naruto, melainkan di alam bawah sadar Sasuke juga. Sama seperti Naruto,
Rikudo juga memberi penjelasan pada Sasuke, serta menanyakan pertanyaan
yang sama.
"Ya.." jawab Sasuke.
"Di masa lalu, aku
menyerahkan semuanya pada Ashura dan tidak terlalu memperhatikan Indra..
itulah penyebab dari semua masalah ini.."
"Ulurkan tangan dominanmu, aku akan memberikan kekuatanku padamu, reinkarnasi Indra.." ucap Rikudo ke Sasuke.
"Ini adalah keputusanku, mulai saat ini, Naruto dan Sasuke.. kalian
berdualah yang akan memutuskan apa yang akan kalian lakukan.."
"Sasuke dan aku bukan saudara kandung, tapi kurasa kami akan bisa
menciptakan kedamaian.. kami ini sahabat sejati, kau tahu.." ucap
Naruto.
Mereka berdua lalu mengulurkan tangan dominannya ke
Rikudo Sennin. Naruto dengan tangan kanannya, sementara Sasuke
mengulurkan tangan kirinya. Seketika itu juga, kekuatan Rikudo mengalir
pada mereka.
Naruto Chapter 671 selesai sampai di sana. Tapi
tunggu, masih belum. Masih ada satu halaman lagi sebelum semuanya
benar-benar berakhir. Beralih dari dunia di alam bawah sadar itu, tampak
di luar Madara masih berhadapan dengan Gai..
Melihat Gai yang
masih bisa bertahan bahkan setelah menggunakan teknik Sekizou itu,
Madara merasa senang. "Sekizou.. masih belum cukup? baguslah.." ucapnya.
"Haah.. haah.." tampak tenaga Gai benar-benar terkuras. "Coba lagi.. aku harus menggunakan.. Night Moth.." ucapnya dalam hati.
Yah, sepertinya ini akan menjadi teknik terakhir Gai.
Perlu diketahui, teknik Gai berurutan sesuai waktu..